Tari Moyo Suku Nias Tarian Burung Elang Dari Sumatera Utara



Tari Moyo Suku Nias Tarian Burung Elang Dari Sumatera Utara - Tari Moyo adalah tari tradisional yang berasal dari Nias Sumatera Utara, tari ini juga disebut dengan tari elang melalui gerakan tarinya seperti burung elang yang terbang. Tarian elang ini dilakukan oleh penari wanita. 

Asal usul tarian ini belum diketahui secara jelas dan telah ada ratusan ribu tahun yang lalu. Pada jaman dulu tarian ini dimainkan oleh kalangan bangsawan oleh penari khusus. Tari ini akhirnya dikenal oleh masyarakat dan dipelajari oleh para gadis dan hingga sekarang tarian ini dilestarikan dalam berbagai acara, hiburan atau acara budaya. 

Tari Moyo juga dikenal sebagai tari hiburan saja dan merupakan suatu seni pertunjukan tari yang terkandung makna filosofi. Makna yang terkandung melalui gerakan tarian yang mengadopsi gerakan elang yang terbang mengepakan kedua sayapnya. Baca Tari Tor Tor Sigale Gale Boneka Kayu Yang Menari Tarian Adat Samosir.

Tari Moyo Suku Nias Tarian Burung Elang Dari Sumatera Utara-art

Baca Juga tarian adat Sumatera Utara : 

Pertunjukan tari Moyo terdiri dari empat penari wanita secara berpasangan berjumlah empat penari atau lebih yang sesuai dengan kelompoknya. Busana yang digunakan adalah busana tradisional yang diiringi syair dan musik pengiring. 

Gerakan seperti burung elang tersebut dilakukan penari menggunakan tangan dan kaki yang berjinjit dan pola lantai yang berpindah pindah terlihat rapi. 

Iringan tari Moyo menggunakan alat musik tradisional genderang serta gong khas Nias dan nyanyian dengan lantunan syair. Irama yang dimainkan diawali dengan tempo pelan kemudian cepat yang sesuai dengan gerakan penari serta syair yang dilantunkan. Baca alat musik tradisional Sumatera Utara.

Busana tari yang digunakan adalah busana tarian khas adat suku Nias berupa baju lengan panjang dan kain panjang dan serampang serta ikat kepal khas Suku Nias. Warna busana didominasi warna kuning, hitam, merah dan putih. 

Perkembangan tari Moyo kini dilestarikan hingga sekarang dan melalui seniman setempat dirubah dari segi gerak dan juga busana tari dengan tidak meninggalkan keaslian dan ciri tari Moyo.