Kain Ulos Batak Kerajinan Tradisional Serta Cara Dan Proses Pembuatan



Kain Ulos Batak Kerajinan Tradisional Serta Cara Dan Proses Pembuatan - Kain Ulos pada jaman diciptakan orang Batak yang bertempat di daerah pegunungan yang dingin yang merupakan sebagai sumber panas terkait dengan tempat tersebut. Kain ulos sesuai perkembanganya dijadikan pelengkap upacara adat, dan sebagai simbol sistem masyarakat Batak.

Motf dan jenis kain Ulos ini memiliki makna tersendiri sesuai dengan sifat, keadaan serta fungsi serta upacara adat yang bagaimana. Kain Ulos yang digunakan oleh para lelaki bagian atas disebut hande- hande dan bagian bawah disebut singkot

Sedangkan pada bagian kepala disebut dengan bulang- bulang, tali- tali, detar dan sabe- sabe. Karena kesakralanya kain ulos tidak dipakai dalam kehidupan sehari- hari.Misalnya ragi Hotang, Ulos Jugia, Ragidup dan Runjat digunakan pada waktu dan upacara tertentu. 

Kain Ulos Batak Kerajinan Tradisional Serta Cara Dan Proses Pembuatan-art



Kain Ulos bila digunakan oleh perempuan Barak Toba pada bagian bawah disebut haen dan penutup punggung disebut hoba-hoba dan selendang disebut dengan ampe-ampe. Pada bagian penutup kepala disebut dengan parompa dan pakaian sehari- hari wanita Batak disebut kain Blacu hitam dan baju
kurung panjang.

Peralatan Dan Bahan : Dalam pembuatan kain Ulos diperlukan peralatan, antara lain :

- Alat Tenun tradisional dan bukan mesin cara pengoperasianya dengan cara manual. 
- Alat Pemintal Kapas atau Sorha merubah kapas jadi benang. 
- Pamunggung atau sandaran punggung untuk cantelan pengikat dan menahan benang.
- Pagabe untuk memegang benang yang dipintal.
- Baliga digunakan mengatur benang.
- Hatulungan digunakan untuk membagi benang berbentuk seperti tombak.
- Pamapan digunkan untuk melilitkan setelah terbagi hatulungan.
- Sitadoan.
- Palabuan atau periuk tanah berfungsi meredam bahan pewarna.
- Anian berfungsi untuk menguntai benang sehingga pembuatan ulos semakin mudah. Alat terbuat dari kayu yang ditancapkan tongkat pendek sesuai ukuran Ulos.

Bahan
Bahan yang digunakan pembuatan kain ulos antara lain: bahan pembuat kain yang terbuat dari kapas dan bahan pewarna dari rerumputa, kulit kayu, lumpur, akar- akaran serta dedaunan. 

Cara pembuatan 
Proses pembuatan kain ulos yang merupakan sebuah proses panjang mulai dari memintal, menggulung, membentuk dan menenun. Berikut ini adalah proses pembuatan kain ulos.

Tahap Persiapan
- Pengadaan Bahan mulai dari pengadaan kapas hingga pemintalan benang.
- Pewarnaan dibutuhkan waktu yang lama, menurut bahasa setempat warna merah disebut "manubar", warna hitam disebut "mansop, dan orang yang mewarnai disebut "parsigira".

Berikut ini adalah proses pewarnaan Kain Ulos adalah sebagai berikut : 
  • Benang ulos diwarnai dan dimasukan kedalam sebuah periuk tanah yang telah diisi air.
  • Getah tumbuhan agar keluar direndam selama berhari- hari.
  • Setelah diperas ampas tumbuhan dibuang dan menghasilkan warna kebiru- biruan disebut dengan "itom".
  • Palabuan kemudian diisi dengan air hujan dan dicampur dengan air kapur.
  • Kemudian cairan yang berwarna hitam kebiruan diaduk hingga larut.
  • Benang ulos dimasukan ke dalam larutan setelah cairan pewarna siap. Apabila menginginkan benang berwarna bagian benang yang akan diwarnai terlebih dahulu dililit atau di ikat dengan benang. Pencelupan secara berulang untuk menghasilkan warna berkualitas. 
  • Kain benang yang di warna disepuh dengan lumpur dan abu dan dimasak menggunakan abu hingga benang terlihat mengkilat yang dilakukan ditepi kali atau pinggiran danau. 
  • Kemudian ikatan dilepas dan benang dibuka serta diunggas agar kuat.
  • Selanjutnya benang dilumuri dengan nasi dilumerkan dan digosok dengan kuas bulat dari ijuk.
  • Dan benang tersebut dijemur dibawah terik matahari.